Pernah membuka website WordPress dan hanya menemukan pesan “500 Internal Server Error”? Masalah ini cukup membingungkan karena browser biasanya tidak menjelaskan penyebabnya secara terperinci.
Error 500 menunjukkan bahwa server mengalami kondisi yang menghalangi permintaan diproses dengan benar. Penyebabnya bisa berupa kesalahan konfigurasi, masalah PHP, plugin bermasalah, atau keterbatasan sumber daya VPS.
Berikut cara memeriksanya secara sistematis.
1. Periksa Log Server
Jangan langsung menghapus plugin atau menginstal ulang WordPress. Langkah pertama adalah membaca log untuk mengetahui sumber masalah.
Pada sistem berbasis systemd, Anda dapat memeriksa log layanan menggunakan journalctl. Lokasi log Nginx, Apache, dan PHP-FPM juga bergantung pada konfigurasi masing-masing server.
Untuk Nginx, salah satu lokasi log yang umum adalah:
/var/log/nginx/error.log
Buka log di sekitar waktu error terjadi. Pesan seperti kegagalan koneksi PHP-FPM, permission denied, atau konfigurasi yang tidak valid dapat memberikan petunjuk penting.
2. Periksa Konfigurasi Web Server
Perubahan konfigurasi yang tidak tepat dapat membuat website gagal diakses.
Untuk Nginx, jalankan:
sudo nginx -t
Perintah ini memeriksa validitas konfigurasi sebelum Anda memuat ulang layanan.
Jika menggunakan Apache, tersedia perintah pemeriksaan konfigurasi yang sesuai. Perbaiki kesalahan yang dilaporkan sebelum melakukan restart atau reload.
3. Periksa Plugin dan Tema
Plugin atau tema yang tidak kompatibel dapat memicu error setelah pembaruan WordPress maupun PHP.
Jika dashboard masih bisa diakses, nonaktifkan plugin yang baru dipasang atau diperbarui. Jika dashboard tidak dapat dibuka, Anda mungkin perlu menonaktifkan plugin melalui akses file atau metode administrasi database yang sesuai.
Lakukan perubahan secara terkontrol dan buat backup terlebih dahulu. Hindari mengubah banyak komponen sekaligus karena akan menyulitkan proses identifikasi penyebab.
4. Periksa Versi dan Konfigurasi PHP
WordPress membutuhkan versi PHP yang kompatibel. Plugin lama mungkin tidak berjalan dengan baik pada versi PHP yang lebih baru, sementara versi yang sudah tidak didukung dapat membawa risiko keamanan.
Pastikan ekstensi PHP yang dibutuhkan tersedia dan layanan PHP-FPM berjalan normal jika digunakan.
Periksa juga batas memori PHP apabila log menunjukkan kehabisan memori. Jangan langsung menaikkan semua batas tanpa mengetahui kebutuhan aplikasi.
5. Periksa Disk dan RAM VPS
Kapasitas disk yang habis dapat mengganggu proses penulisan log, cache, dan database.
Gunakan df -h untuk memeriksa ruang disk dan free -h untuk memeriksa memori. Jika diperlukan, identifikasi file log yang membesar atau proses yang mengonsumsi sumber daya berlebihan.
Jangan menghapus file sistem atau database secara sembarangan demi mengosongkan ruang penyimpanan.

