Sudah menerbitkan banyak artikel, tetapi pengunjung blog masih sedikit? Masalah ini sering dialami blogger pemula maupun pemilik website yang sudah lama menerbitkan konten.
Tidak semua artikel langsung muncul di halaman pertama Google. Namun, jika website hampir tidak mendapatkan trafik organik, ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum Anda memutuskan untuk membuat lebih banyak artikel.
1. Artikel Belum Terindeks Google
Artikel yang belum masuk indeks Google umumnya tidak akan muncul dalam hasil pencarian biasa.
Gunakan Google Search Console untuk memeriksa status pengindeksan halaman. Jika sebuah URL belum terindeks, periksa alasan yang ditampilkan, seperti halaman yang ditemukan tetapi belum diindeks atau masalah pengambilan halaman.
Pastikan halaman dapat diakses oleh Googlebot dan tidak diblokir oleh pengaturan robots.txt atau tag noindex yang tidak disengaja.
Ingat bahwa mengirim sitemap tidak menjamin setiap URL akan langsung diindeks.
2. Topik Artikel Terlalu Kompetitif
Blog baru sering kesulitan bersaing untuk kata kunci yang didominasi website besar.
Sebagai contoh, kata kunci umum seperti “hosting terbaik” dapat memiliki persaingan yang tinggi. Anda bisa mulai dengan topik yang lebih spesifik, seperti cara mengatasi error PHP tertentu pada VPS Ubuntu atau langkah memperbaiki masalah caching WordPress.
Kata kunci yang lebih spesifik dapat membantu Anda menjawab kebutuhan pembaca dengan lebih terarah, meskipun volume pencariannya mungkin lebih kecil.
3. Konten Tidak Menjawab Kebutuhan Pembaca
Artikel yang hanya mengulang informasi umum mungkin tidak memberikan alasan kuat bagi pembaca untuk memilihnya.
Sebelum menulis, tentukan masalah yang ingin diselesaikan. Berikan langkah yang jelas, contoh praktis, penjelasan risiko, dan solusi alternatif jika diperlukan.
Jika topik berkaitan dengan pengalaman teknis, sertakan pengujian, tangkapan layar, atau hasil yang benar-benar Anda amati. Jangan mengarang pengalaman atau hasil pengujian.
4. Struktur Website Kurang Teratur
Struktur website membantu pembaca dan mesin pencari memahami hubungan antarhalaman.
Kelompokkan artikel berdasarkan kategori yang relevan. Misalnya, blog teknologi dapat memiliki kategori Linux, VPS, WordPress, keamanan server, dan SEO.
Tambahkan tautan internal ke artikel lain yang benar-benar membantu pembaca. Hindari membuat tautan hanya untuk menambah jumlah link.
5. Website Lambat atau Sulit Digunakan
Pengalaman pengguna juga perlu diperhatikan. Halaman yang lambat, tampilan mobile yang berantakan, dan iklan yang menutupi konten dapat mengganggu pembaca.
Periksa performa website menggunakan alat pengujian yang tersedia. Optimalkan gambar, gunakan caching jika sesuai, dan pastikan navigasi mudah dipahami pada layar ponsel.
Jika menggunakan VPS, pantau penggunaan CPU, RAM, dan database untuk menemukan hambatan teknis.
6. Tidak Memantau Data Search Console
Google Search Console membantu Anda melihat kueri pencarian, impresi, klik, dan posisi rata-rata halaman.
Jika sebuah artikel mendapatkan impresi tetapi sedikit klik, evaluasi apakah judul dan deskripsinya sesuai dengan isi serta kebutuhan pencari.
Jika halaman tidak mendapatkan impresi, periksa pengindeksan, relevansi topik, persaingan, dan kualitas konten. Hindari mengubah banyak faktor sekaligus tanpa mengevaluasi hasilnya.
7. Terlalu Fokus pada Jumlah Artikel
Menerbitkan artikel dalam jumlah besar tidak otomatis menghasilkan trafik.
Lebih baik membangun kumpulan artikel yang saling mendukung dan memberikan jawaban lengkap daripada membuat banyak halaman dengan isi yang hampir sama.
Pembaruan artikel lama juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki informasi yang sudah tidak relevan, menambahkan contoh, dan memperjelas langkah penyelesaian masalah.

