Cara Install WordPress di VPS Linux untuk Pemula

Cara Install WordPress di VPS Linux untuk Pemula

WordPress merupakan salah satu platform blogging yang banyak digunakan untuk membuat blog pribadi, website bisnis, portal berita, hingga toko online. Jika ingin mendapatkan kontrol lebih besar terhadap server dan konfigurasi website, memasang WordPress di VPS bisa menjadi pilihan menarik.

Meskipun terdengar teknis, proses instalasi dapat dilakukan secara bertahap. Anda hanya perlu memahami komponen utama yang dibutuhkan dan memastikan server dikonfigurasi dengan benar.

1. Siapkan VPS dan Domain

Langkah pertama adalah menyiapkan VPS dengan sistem operasi Linux, misalnya Ubuntu Server versi yang masih didukung.

Pilih kapasitas server berdasarkan kebutuhan website. Blog baru dengan trafik rendah dapat memulai dari spesifikasi sederhana, sedangkan website dengan banyak plugin dan pengunjung membutuhkan sumber daya lebih besar.

Siapkan juga domain yang akan digunakan. Atur DNS domain agar mengarah ke alamat IP VPS dan tunggu hingga perubahan DNS berlaku.

2. Instal Komponen Server

WordPress membutuhkan web server, PHP, dan database. Salah satu kombinasi yang umum digunakan adalah Nginx, PHP-FPM, dan MariaDB.

Pada Ubuntu, paket dapat dipasang melalui pengelola paket APT. Pastikan Anda memilih versi PHP dan ekstensi yang kompatibel dengan versi WordPress serta tema dan plugin yang akan digunakan.

Setelah instalasi, aktifkan layanan yang diperlukan dan periksa statusnya sebelum melanjutkan.

3. Buat Database WordPress

WordPress menggunakan database untuk menyimpan artikel, pengaturan, akun pengguna, dan berbagai informasi website.

Buat database khusus untuk website beserta akun database dengan kata sandi yang kuat. Berikan hanya hak akses yang dibutuhkan oleh database tersebut.

Hindari menggunakan akun administrator database untuk koneksi aplikasi sehari-hari. Langkah ini membantu membatasi dampak jika konfigurasi aplikasi mengalami masalah keamanan.

4. Unduh dan Konfigurasikan WordPress

Unduh WordPress dari situs resminya, kemudian tempatkan file di direktori website yang sesuai.

Atur kepemilikan dan izin file secara tepat. Jangan memberikan izin tulis yang terlalu luas hanya untuk mengatasi masalah permission.

Selanjutnya, konfigurasi koneksi database dan pengaturan dasar website. Pastikan server web dapat membaca file WordPress dan PHP berjalan dengan baik.

5. Aktifkan HTTPS

Sebelum mempublikasikan website, pasang sertifikat SSL/TLS agar koneksi pengunjung menggunakan HTTPS.

Anda dapat menggunakan sertifikat dari Let’s Encrypt melalui alat yang sesuai dengan konfigurasi web server. Pastikan pembaruan sertifikat berjalan otomatis atau memiliki prosedur pembaruan yang jelas.

HTTPS membantu melindungi komunikasi antara browser dan server, meskipun tidak menggantikan kebutuhan akan pengamanan aplikasi.

6. Lakukan Pengujian

Buka domain melalui browser dan selesaikan proses instalasi WordPress.

Setelah dashboard dapat diakses, periksa halaman depan, permalink, unggahan gambar, dan fungsi login. Pasang hanya tema serta plugin yang benar-benar dibutuhkan.

Buat backup awal sebelum mulai menerbitkan banyak artikel.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *